~Taujihad Srikandi~

Wahai Srikandi :-

" takhallikan dirimu dari terjerumus ke lembah noda serta sikap bermain-main dengan perjuangan.. tahallikan dirimu dengan sifat sebenar seorang wanita yang hidup dengan perjuangan, pengorbanan serta jihad dan kefahaman juga dambaan syahid "

Friday, February 17, 2012

AmiR SyuHaDa



~ gambar hiasan ~

"Dia tetap hidup, aman dalam lena panjangnya. Tersenyum melihat rezeki yang tiada ternilai, sedang berterbangan di dada beburung."


Untuk pertama kalinya dia tumpahkan airmata kesedihan saat usianya belum genap sepuluh tahun. Saat itu, di depan matanya dia menyaksikan kedua orang tuanya dan ratusan ribu bangsanya dibantai dan diusir dari Deir Yasin. Itulah saat pertama dia mengenal kekejaman Yahudi yang selama ini hanya didengari cerita ibunya, dan saat itu pula tergambar bayang-bayang penderitaan bangsanya.

Kemudian tangis kesedihan itu secara beruntun menerpanya, ketika Irgun membawa satu persatu orang-orang tercintanya tanpa pernah lagi kembali. Saat dia melepas suaminya pada perang Ramadhan (1973), saat itu Amir, putera mereka, baru saja melewati satu tahun usianya. Amir masih terlampau kecil untuk memahami, ketika suatu senja seseorang datang memberitahu tentang kesyahidan ayahnya.


Sudah terbayang masa depan hidupnya, seorang janda dan seorang bayi di tengah penindasan Yahudi. Saat itu tidak ada yang ingin dilakukannya kecuali menangis. Tapi tidak, dia tidak melakukan itu. Saat itulah dia memulai tekadnya untuk tidak ingin menambah kegembiraan orang-orang Yahudi dengan airmata kesedihannya. Lebih dari itu dia tidak ingin mengajari Amir menjadi pemuda yang lemah. Dan sejak saat itu pula, setiap kesedihan yang menerpa, digubahnya menjadi senandung-senandung jihad yang dia bisikkan ke telinga Amir, hingga memenuhi rongga dada anaknya.

Dia masih mampu bertahan untuk tidak menangis saat pembantaian Taal el-Zatar ataupun Sabra Shatila yang menghabisi kerabatnya yang tersisa. Masih disisakan sedikit harapan dalam dirinya demi seorang Amir putera tercintanya. Dia tidak ingin menyia-nyiakan warisan paling berharga dari suaminya itu. Sekian tahun dia telah membendung tangis itu, tapi tidak untuk hari ini.


Kata-kata pemuda tampan dihadapannya telah mengikis kekukuhan benteng pertahanannya. Dicubanya untuk mengelak dan memujuk hatinya, bahawa yang didengarnya beberapa minit yang lalu hanyalah mimpi. Tapi susuk di depannnya teramat nyata untuk dia mengingkarinya. Amir Syuhada, pemuda tegap didepannya itu, satu-satu puteranya, kembali mengulang kata-katanya, "Bonda, izinkan anakanda pergi berjihad". Suara itu terdengar lembut dan penuh harap, seperti lima belas tahun yang lalu ketika Amir kecil meminta baju buat berhari raya. Tapi suara itu kini memendam sebuah tekad dan keberanian, dan dia tahu bahwa dia takkan mungkin sanggup menahan gelora itu.

Wanita tua itu menarik nafas panjang menahan esak yang satu persatu saat keluar. Terasa masih terngiang di telinganya 23 tahun yang lalu, kalimat senada diucapkan suaminya. Dengan berat hati dilepasnya pemergian suaminya. Dia masih menyimpan sedikit harapan bahawa suaminya akan kembali, meskipun kenyataan yang terjadi tidaklah sesuai
 dengan apa yang diharapkannya. Tapi kali ini hatinya teramat berat, kerana dia tahu benar apa yang dimaksud dengan kata "Jihad" oleh Amir anaknya. Baru dua hari yang lalu Amir dengan bersemangat bercerita tentang kawan-kawannya yang syahid dalam aksi bom syahadah. Itu ertinya, dia harus menguburkan seluruh harapan akan kembalinya puteranya dengan selamat, bahkan sepotong tubuhnya sekalipun.

"Amir Syuhada" (pemimpin para syahid), perlahan diejanya nama puteranya. Nama yang diberikan oleh suaminya. Nama yang menyimpan sebuah cita-cita amat dalam. "Aku tidak berharap dia menjadi orang terkenal di dunia kerana memimpin sebuah angkatan perang, tapi aku ingin dia menjadi orang terkenal di akhirat kerana memimpin rombongan syuhada. Dia harus menjadi orang yang pertama menyambut setiap kali kesempatan jihad itu datang", begitulah harapan suaminya. Betapa cepat perjalanan hidup. Betapa cepat harapan-harapan berganti.

Seminggu yang lalu, Amir dengan malu-malu mengungkap keinginannya untuk mengakhiri masa bujangnya dengan membina rumahtangga. Ya, Amir ingin menikah. Sudah terbayang seorang gadis cantik menjadi menantunya, bahkan sudah terbayang pula cucu-cucu yang akan meramaikan rumah buruknya ini. Namun kehendak ternyata berkata lain. Bukan perlengkapan nikah yang dibawa pulang puteranya hari ini. Tapi sepotong baju khusus dengan kabel-kabel di sana sini dan beberapa
 bungkusan aneh yang baru kemudian dia tahu berisi bom. Esaknya mulai terdengar saling memburu. Begitupun cairan bening di matanya dibiarkannya mengalir, tanpa usaha lagi untuk menahan.

Amir pun terdiam mematung. Ketika ibunya mulai tenang, diraihnya tangan tua itu dan digenggamnya penuh perasaan sambil berucap, "Bonda, anakanda lakukan ini kerana anakanda ingin merealisasikan apa yang selama ini menjadi doa bonda terhadap anakanda."


Sekilas wanita tua itu terhenyak mendengar pertuturan anaknya, tapi dia tetap diam tak menyahut. Amir melanjutkan ucapannya, "Bukankah bonda yang setiap malam berdoa agar anakanda menjadi anak yang soleh? Inilah anakanda yang berusaha mewujudkan harapan bonda. Bukankah bonda selalu menasihati anakanda untuk sentiasa istiqamah memegang panji dakwah ini, dan sentiasa memenuhi hidup dengan jihad dan pengorbanan? Menegakkan kalimat tauhid, melindungi kaum yang lemah, membela kebenaran dan keadilan?

Bukankah bonda selalu mengingatkan bahawa kemanisan iman hanya dapat dirasakan oleh orang yang menegakkannya dalam dirinya, bahawa bahagia hanya dapat dirasakan oleh orang yang berjuang membela kebenaran dan keadilan, bahawa kemenangan dan kejayaan hakiki hanya akan diberikan pada pejuang yang telah berkorban, kuat menahan penderitaan dan kepapaan, bahawa ketabahan dan kesabaran berjuang hanya akan diberikan pada mukmin yang mendekatkan dirinya kepada Allah? Bukankah bonda yang ber
ulangkali mengatakan hal itu? Inilah anakanda Amir yang berusaha menjalankan nasihat Bonda."

Amir mencuba untuk tetap tersenyum, tangannya menggenggam telapak tua ibunya. Dulu ketika masih kecil dia suka merengek dan menarik-narik tangan itu jika menginginkan sesuatu. "Tapi aku tidak berdoa agar kamu mati," perlahan ibunya bereaksi.

Dan masih dengan tersenyum Amir berucap, "Bonda...," dengan gaya merajuk Amir menyebut ibunya dan melanjutkan ucapannya, "Siapa yang mahu mati? Bonda tentu masih ingat, bagaimana ketika anakanda masih berusia 7 tahun. Jika anakanda menangis, Bonda selalu menghibur dengan cerita tentang kepahlawanan ayah, tentang keberanian ayah dalam setiap medan tempur, tentang kisah kesyahidan ayah, dan bonda selalu mengakhirinya dengan membaca ayat, Janganlah kamu mengira bahawa mereka yang terbunuh di jalan Allah itu mati, namun sesungguhnya mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapatkan rezeki.
 Bonda, anakanda berjihad bukan untuk mati, tapi anakanda berjihad untuk syahid, untuk kehidupan yang lebih abadi."

"Tapi tidak dengan bunuh diri," ibunya menukas.

"Bunuh diri? Siapa yang mengatakan itu pada Bonda," terdengar nada bicara Amir meninggi, ketika sedar dengan siapa dia berbicara, kembali Amir melunakkan suaranya sambil mengulang pertanyaannya. "Siapa yang mengatakan itu pada Bonda?" tanpa menunggu jawapan, Amir melanjutkan.

Ya ummi, aina syabab???
"Bonda.., Bonda tentu masih ingat ketika anakanda masih kecil, bonda yang selalu mengiringi tidur anakanda dengan senandung jihad. Bonda yang menanam benih-benih keberanian itu dalam rongga dada anakanda, Bonda yang telah menyalakan api revolusi itu dalam jiwa anakanda. Kini hantarkanlah anakanda pergi ke medan jihad dengan senandung itu, izinkan anakanda membakar kesombongan Yahudi dengan api itu. Bonda, masih ingatkah Bonda akan senandung Khubaib bin Ady r.a. saat menjelang digantung orang-orang kafir Quraisy?"

Sekiranya Allah menghendaki keberkahan dengan menghancur lumatkan tubuhku aku takkan peduli, asalkan aku mati sebagai muslim untuk Allah lah kematianku pasti.


"Sungguh Bonda, jika tegaknya kalimah Allah di bumi ini harus dibayar dengan carikan- carikan tubuh anakanda, anakanda tidak akan pernah mundur. Bonda pula yang berkisah tentang kepahlawanan Ikramah dalam perang Yarmuk, ketika dia berseru, "Siapa yang sedia berjanji setia kepadaku untuk mati?" Kemudian 400 mujahidin serentak menyambutnya, dan mereka tidak mundur sejengkal pun sampai menemui kesyahidan. Inikah yang hendak bunda katakan bunuh diri...? Tidak Bonda, anakanda telah menjual diri ini pada Allah, biarkan anakanda menepati janji."

Sejenak ruang itu hening. Esakan wanita tua itupun sudah lama reda, hanya genangan bening yang masih tersisa di sudut matanya. Meski tanpa harap, dicubanya untuk terakhir kali memujuk puteranya, seperti mengingatkan dia bertanya, "Bukankah beberapa waktu lalu kau telah berniat untuk menikah?"

Masih dengan senyumnya, Amir menjawab, "Bonda, sekian lama anakanda belajar tentang erti sebuah cinta. Dan anakanda telah menemukan, bahawa cinta y
ang tertinggi hanyalah untuk Allah. Sekian lama anakanda memendam rindu untuk bertemu Allah, dan saat ini kesempatan itu telah datang. Sungguh Bonda, anakanda tidak ingin kehilangan kesempatan."

Diucapkannnya kalimat terakhir dengan nada yang tegas.


Wanita tua itu kembali menarik nafas panjang. Ditatapnya pemuda tegap di hadapanya, seakan dia ingin memastikan bahawa pemuda di hadapannya itu benar-benar Amir anaknya. Dia sebenarnya sudah menyedari sejak lama, bahawa saat-saat seperti ini pasti akan terjadi. Dia tahu tak seharusnya mencegah impian puteranya. Amir bukan lagi kanak-kanak kecil yang boleh dipulas telinganya kalau nakal, atapun dipujuk dengan sepotong kuih agar tidak menangis.

Amir kini telah membesar menjadi pemuda dewasa, bahkan mungkin terlalu dewasa untuk pemuda seusianya. Dia tahu bahwa kata-kata yang diucapkan Amir benar adanya tapi dia merasa begitu berat untuk memujuk naluri keibuannya. Sejak Amir terlibat dengan berbagai aktiviti HAMAS, dia sebenarnya telah berusaha mencuba meyakinkan hatinya, bahawa Amir bukanlah miliknya.


Benar, ia telah melahirkannya, memberinya kasih sayang, tapi dia sama sekali tidak berhak mementingkan keinginannya. Benar dia telah menyerikan rumah bagi raganya, tapi tidak pada jiwanya, kerana jiwanya telah menjadi penghuni rumah masa depan yang kini sedang dirisaukannya. Amir telah menjadi milik zamannya, sejarahnya dan tentangannya.

Dia hanyalah sebatang busur, dan Amir adalah anak panah yang meluncur. Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian. Direntangkan Nya busur itu dengan kekuasaan Nya hingga anak panah itu meluncur jauh dan tepat. Meliuk dalam suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah. Sang Pemanah mengasihi anak panah yang meluncur laksana kilat, sebagaimana pula dikasihi Nya busur yang mantap. Dia seharusnya gembira, 24 tahun ini mendapatkan kesempatan menyertai perjalanan sejarah Amir. Dia seharusnya bangga kerana benih yang dia tanam dengan senandung-senandungnya telah tumbuh subur, dan kini saatnya berbuah.

Tidak, dia tidak boleh terbawa perasaannya. Dia tidak boleh menghalangi buah yang telah ranum untuk dipetik. Di tatapnya wajah pemuda di hadapannya, sungguh tampan dan bercahaya, persis wajah as-syahid suaminya. Sorot matanya tajam, menyimpan semangat yang bergelora. Sama sekali tak ditemukan keraguan di sana.


Perlahan tangan tuanya meraba wajah itu. Wanita tua itu mencuba untuk tersenyum, ya, dia harus ikhlas. Dengan suara bergetar dia berkata, "Pergilah anakku, jangan kau risaukan bonda. Simpan kesedihan dan derita bonda jauh disudut hatimu. Jangan kau pergi jika masih ada setitik dendam, bersihkan niatmu hanya untuk meraih redha Allah. Pacakkan tinggi-tinggi panji tauhid di bumi ini. Kalau memang hanya dengan carikan tubuhmu ia akan tertegak, bonda merelakanmu. Pergilah anakku, dan jangan kau kembali kepada bonda selama nyawamu masih tersisa..." Diciumnya dahi putera tunggal, zuriat yang ditinggalkan oleh as-syahid suaminya. Wanita itu tak lagi menangis.

Dilepaskannya pemergian puteranya dengan senyum keikhlasan. Matahari senja menyapu lorong-lorong Tel Aviv. Tidak ada yang memperdulikan ketika seorang pemuda tegap berjalan menghampiri sebuah pos tentera Israel. Tanpa sebarang kata-kata, Boommm..!!, tubuh pemuda itu meledak menghantar menemui Rabbnya. Berjajar para bidadari berebut kekasih yang baru tiba, seorang pemuda tampan dengan pakaian pengantin dari syurga tampak berbahagia.

Selepas Isya' di sebuah perkampungan di jalur Gaza, seorang lelaki berjalan mengendap-hendap, mengetuk pintu sebuah pondok dengan hati-hati sambil mengucap salam. Wajah seorang wanita tua muncul menjawab salamnya. Tanpa menunggu lelaki itu mendahului berbicara, "Amir Syuhada telah syahid petang tadi. Dan hanya ini yang tersisa dari jasadnya, yang dipesankannya menjelang berangkat."

Lelaki itu memberikan sebuah mushaf mungil di tangannya. Wanita tua mendakap mushaf itu didadanya, seperti ia mendakap Amir semasa kecil sewaktu tidurnya. Dia tidak pernah merasakan kebahagiaan sebagaimana kebahagiaan yang dirasakannya hari ini. Seakan ada yang menuntun, dia berjalan menghampiri kamar puteranya. Dengan hati-hati dikuakkannya pintu kayu yang menghalanginya. Sungguh, dia mencium bau harum di kamar itu. Bau harum yang khas keharuman kamar pengantin.


Bonda...,

Kau ucapkan selamat tinggal,

Tatkala aku berangkat berjihad,

Dan kau katakan padaku,

Jadilah singa yang mengamuk meraung,

Kemudian aku berlalu,

mencatat segala pembataian dengan darahku,

Bonda jangan kau bersedih,

Kini belengguku berat Bonda,

Namun... kemahuanku tak terkalahkan,

Penjara dan siksaan mereka tak menakutkanku,

Aliran letrik tak kuasa menyengatku,

Bonda jangan bersedih,

Goncanganku akanku jadikan pintu jahim,

Yang meledak menghentam para musuh,

Betapapun kuatnya belenggu,

Dengan sabar dan tekad bulat kurantas belengguku,

Bonda jangan kau bersedih,

Bersabarlah Bonda,

Jika tiada lagi pertemuan,

Dan semakin panjang malam mencengkam,

Maka esok kita kan hidup mulia,

Di atas negeri kita sendiri,

Bonda... jangan kau bersedih.

"Wahai, kaum muslimin! Lawan dan musuhmu berani menyerang dan menjajah kamu hanyalah kerana Allah meninggalkan kamu. Janganlah kamu mengira bahawa musuhmu telah meraih kemenangan atas kamu tetapi sesungguhnya Allah Yang Maha Pelindung dan Maha Penolong telah berpaling dari kamu. Demi Allah, musuh-musuhmu bukannya kuat, tetapi umat Islam yang lemah." (As-Syahid Hasan al-Banna)


Anak-anak Gaza mencari sesuatu untuk mengalas perut di sebalik timbunan sampah.
"
Mereka memenuhkan perut-perut tanpa mempedulikan nasib kita."

"Saya mengagumi seorang pemuda kerana keberanian dan kemahirannya dan saya mengagumi seorang pemudi kerana adab dan sifat malunya. Sebab, keberanian adalah pelengkap akhlak dan sifat utama pemuda, sedangkan malu adalah kecantikan pemudi yang paling utama." (Mustafa Lutfi al-Manfalut)

Catatan asal oleh Ibn al-Haramain, hanya disunting kembali..

Mahu menyimpan catatan ini buat bakal-bakal mujahidku, semoga dari rahim sempit seorang ibu akan melahirkan anak-anak yang sentiasa tangkas berjuang di medan amal Islami. Rabbi yassir wala tu'assir :)

* frasa berangan tahap gaban *


Thursday, January 05, 2012

::Saya Sayang Kamu::

Benarlah ungkapan "Ikatan aqidah itu lebih kukuh jika dibandingkan dengan ikatan darah".. Saya merasainya, betapa indah dan manisnya rasa ukhuwah itu.. Sungguh, alangkah manisnya hidup dalam keikhlasan bersama sahabat yang sudi memahami tuntutan dakwah dan berkorban demi sahabat yang lain ;)


Tidak senang mencari sahabat yang boleh kamu kongsikan banyak perkara, sahabat yang mampu tertawa dan menangis bersama kamu, sahabat yang setia bersamamu di jalan juang, sukar! namun, bila kamu ketemuinya peganglah ia seeratnya walau banyak manapun kelemahan dirinya kerana barangkali kamu tidak akan temui lagi sahabat sebaik dirinya..


Friendship is not how you forget but, how you forgive, not how you listen but, how you understand, not how you see but, how you feel, not how you let go but, how you hold on! Dear Friends, we shared smiles, we wiped the tears, and through the years our friendship has grown along with us.. you are truly a wonderful part of my life!



Sahabat itu anugerah yang sangat indah dalam hidup saya. Bak kata Deena "why do I need a boyfriend when I have coolest friends on earth" ^^ Mungkin benar sesorang boleh hidup tanpa kekasih tapi jarang orang boleh hidup tanpa sahabat.


Ya Allah, jaga sahabatku baik-baik, kerana Engkau sebaik-baik Penjaga.. Ya Rahman, aku sangat menyayangi sahabatku, sayangilah dia selalu, jadikan dia wanita syurga, peluklah dia saat dia lemah, peganglah dia saat dia tertatih, tersungkur.. kerna aku ingin dia selalu menjadi sahabatku di dunia dan akhirat..

Ya Allah, aku sayang dia...

Aku akan selalu menemani dan menyayangi kamu.. Di jalan dakwah ini aku temui kamu, aku temui erti persahabatan, seringkali airmata mengalir deras bila teringat kamu, betapa rindunya hati ini.. satu saat nanti mungkin kita akan terpisah, mungkin kerana kesibukan dunia masing2, kesibukan bersama keluarga, tapi aku sahabat yang akan selalu mengingati kamu.. Doa itu penghubung rindu kita.. salam syg penuh kerinduan sahabat2ku... ;)


Friday, December 30, 2011

::Impian? Is not a Crime ;)::

Bismillahirrahmanirrahim..

Kenapa tetiba post pasal impian ni? ;D haa... jangan salah faham, ni salah satu cara nak bagi semangat ni. ;) kalau nak ikutkan banyak sangat impian, mana impian nak pegi umrah dan haji, rindu nak menjejak kan kaki ke bumi barakah tu pastinya sentiasa ada *okeh, itu semua org islam pasti nak*, impian nak bagi parents senang dan bahagia, impian nak tengok daulah islam tertegak  kat malaysia ni, bahkan di seluruh dunia *amiin ya Allah*, lagi impian nak bina baitul muslim *okeh, itu skip dulu*, impian nak tengok semua org2 yg disygi kembali tunduk membesarkanNya, nak merasa dalam biah solehah sepanjang masa.. dan impian paling besar adalah meraih redha Allah, MARDHATILLAH! agar hidup ni tidak sia-sia.. 

TAPI nakkan semua ni bukan boleh main impi2 macam tu je, kena USAHA, repeat balik USAHA dan paling penting DOA, yaa...doa tu kan senjata orang mukmin, ^^ yang penting YAKIN.. lepas tu jangan lupa pula tawakal padaNya, sebab segala-galanya pun atas kehendaknya juga.. ;) *nak menang dalam PRU13 ni pun kena usaha juga, ayuh jundullah semua kena kerja keras!* ^_^

Okeh, yang bakal di tulis ni impian dunia je semata-mata, Allah tak pernah suruh kita tinggalkan dunia untuk kejar akhirat..kan3.. ;)

yang pertama ni..

mini library

Sebab sangat suka membaca, so dari dulu impikan mini library macamni.  So, bila ada masa terluang boleh santai-santai baca buku.  Rasa best ;) Sekarang ni memang kerja kumpul buku nanti boleh buat mini library macamni. tapi kalau tengok buku2 yang saya ada sekarang ni, cukup memenuhi satu rak kecil je kot, masih study mana nak dapat beli buku banyak2 ;D kadang2 minta kakak belikan hee.. *saya adik yang sgt mengada* terima kasih kakak ^^ kena rajin membaca sebab senjata ilmu itu adalah membaca, dalam quran pun siap ada kan Allah kata "iqra bismirabbika ladzi khalaq" bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan ;) masulah pun selalu pesan "jadi naqibah, pimpinan kena banyak membaca, mana nak dapat ilmu kalau tak baca" *wink*

Impian seterusnya...

myvi putih ;p

kenapa myvi putih? ;D hehe..putih tu memang tak perlu dipersoalkan,itu suatu yang MESTI.  sebenarnya tak pernah terfikir pun pasal kereta myvi ni, kalau nak ikutkan tak pernah pun sebut depan siapa2 nak kereta myvi, dulupun masa on the way dengan kak husna ke bengkel PR nisa', kak husna ada tanya "sue dah keje nanti nak pakai kereta apa?" saya pun cakaplah..tak tau lah akak..viva kot.. *main cakap je tu* jadi mana timbulnya kes kereta myvi ni?  ;D haa.. ceritanya macamni, setiap kali nak gi hospital, saya akan lalu parking kete kat hospital tu.  dan setiap hari tu lah mata saya akan melihat keadaan seperti ini

deretan myvi putih
lebih kurang macamni lah keadaannya.  dahlah semua putih, mata ni rasa macam  tak boleh nak elak dari pandang ke arah parking ni.  Pas tu pula, setiap kali jalan nak gi mana2, tak taulah kenapa mesti nampak kete myvi putih yang sangat obvious dan seakan ada magnet kuat untuk tarik mata ni pandang dia. macam ada kuasa psykik ja ;D lepas tu mulalah cakap dalam hati, study jauh2 ni kalau ada kereta sendiri kan bagus, senang sikit nak bergerak kerja, lagi2 bila nak pegi meeting, usrah, program segala bagai. tapi lepas tu cakap lagi *kena tunggu ko keja dululah kalau nak* haha.. ;D betul2, kena tunggu keja dulu, baru ada pitih nak beli ni.. sabar2 ^^

Lagi impian...

Yang ni memanglah dari dulu nak..

sekadar gambar hiasan ;D

Kalau tengok dari gambar ni bukanlah maksudnya impian tu nak main salji *kalau macamtu pegi bukit cerakah pun boleh ;D*.  Maksudnya nak study kat oversea, nak rasa jadi pelajar oversea, kenapa pula? macamlah best sangat kan *glamour*? ok, itu sudah jauh menyimpang dari niat ok. takde pula sebab glamer segala bagai tu, tapi nak merasa hidup dalam suasana yang kata orang hidup di mana yang hak dan batil tu jelas.  kadang2 kita ni susah sangat nak menghargai sesuatu tu bila ia depan mata kita, sentiasa bersama kita, tapi bila dah jauh, mulalah nak cari dan rindu semuanya.  Samalah juga macam kat malaysia ni, bila kat sini hidup dalam keadaan Islam sebagai agama rasmi, nak taknak je menghargai islam tu, hargai pegangan agama, syariatNya, majlis ilmu berlambak, tapi liat gila nak pegi, sebab mentaliti orang kita yang dah memang azali hidup dalam keadaan islam macamtu. lagi pula nak tambah ilmu dan pengalaman, nak merasa survival jemaah kat sana, so, hopefully with Allah's will akan menjejakkan juga kaki ke sana.. ;) *doakan saya*

Banyak lagi wishlist sebenarnya, tapi kalau nak tulis semua tak muat pula page ni ;D apa-apa pun impian itu biarlah bermanfaat untuk diri, dan paling penting Allah redha.. ^_^


p/s: Allah tarik kejap nikmat sihat tu, baru balik dari klinik, ada peristiwa tak best, sampai bilik hampir nak menitiskan airmata, minta maaf banyak2 kepada yang terlibat.. 

Monday, December 26, 2011

::Bahagia Dengan-Mu juga Denganmu::

Bismillahirrahmanirrahim..

"Pada setiap derap langkah perjalanan
di situ semangat jihad terus-terusan
menghakis setiap kebatilan"


Usai dating dengan Si Dia di malam yang cukup dingin *hujan lebat*, ku lihat jam pada skrin henfon tepat pukul 4 pagi. kiranya ada sejam lagi sebelum masuk waktu subuh. Rutin biasa pada jam begitu aku akan ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi *jangan silap bukan sebab rajin, tapi sebab perlu keluar awal ;p* Menyediakan sarapan untuk diri sendiri dan roomate tersayang itu sudah jadi rutin, bila lagi mau berkasih sayang dengan rumate sendiri, itupun masih menerima komplen darinya "sue ni selalu tinggalkan saya di bilik sendiri, nanti balik awal ya" ;) see, tapi aku tau dia syg saya *wink*

Lepas menghabiskan beberapa lembar surat cinta-Nya dan mathurat, beg comel yang setia bersama ku capai. ku lihat rumate kesayangan masih enak di buai mimpi *lepas solat subuh terus lompat balik ke katil, ya..tak mengapa pelan2 mendidik dirinya, sekurang2nya dia masih mampu solat subuh walaupun mengejutkannya untuk yang kesekian kali*, kali ini ntah sunan mana pula yang masuk meminang dalam mimpinya ;p

masuk dalam kereta sambil memanaskan enjin, amik henfon..

"dear, sue jalan dulu..malam karang sue balik insyaAllah, jangan lupa sarapan, take care, luv u" ;) sent!

"iman, ready akak dah nak gerak" sent!

destinasi hari ini:

unimas medik>>SB>>politeknik>>uitm samarahan>>unimas main campus>>desa ilmu

hujan masih lebat, nasib baik Allah kurniakan diri ini dengan mata yang masih mampu melihat dengan jelas *walaupun dulu suka berangan nak pakai spek, ;p sila bersyukur (alhamdulillah)*

lepas ambik iman dan kak asanah, kitorang terus gerak ke uitm samarahan.  Kali ni ambil jalan sendiri, tak nak follow muslimin dah sebabnya jalan yang dilalui "pelik" * tak biasa* maka dengan inisiatif sendiri, ambil jalan yang biasa dilalui, lagi senang, tak perlu pening-pening bila kereta depan tetiba belok simpang lain tanpa signal *serik* ;p

perjalanan kali ini bermisikan untuk liqo' bersama PIC MARSIS (caw.sarawak) setiap kampus (uitm, unimas main campus & poli).  banyak juga benda yang dibincangkan, dan banyak juga tarikh yang terpaksa di ubah kerana bertembung dengan pelbagai kerja di kampus masing-masing *owh, semakin pening* terbayang-bayang jadual di depan meja study, maksudnya kena ubah lah jugak. -_-"


lepas habis liqo' kitorg pun pegilah makan2..adakah itu satu kemestian? ;p heiyp, penting tau untuk saling eratkan ukhuwah, ada satu kemanisan di situ. ^^ apa2pun saya sayang semua sahabat2 saya..

syukran jzkk sahabat2 ;)

"Setiap hati itu dihubungkan oleh Allah, pengikat hati adalah kerana berpaksikan keimanan pada Allah maka Allah yang membolak balikkan hati manusia." ;)

petang tu pula kena cepat.. liqo' dengan masulah.. otw tu, cermin2 ajaib dah call

"sue, kat mana? masulah dah sampai" 

alamak.. ^^ "akak, 15 minit ok..xleh nak drift, hujan lebat.. ;)

sampai je, duk sebelah kak ema 

"akak, dah start ke?" 
"baru mukadimah" owh...lega ^^
 "kak ema..." 
"ye?" 
kiss pipi kak ema jap "sanah helwa" ^_^

Buat kak ema, 

Moga Allah melimpahkan rahmat dan maghfirah Nya untukmu, memberikan kemanisan iman dan kelazatan islam sehingga akhir hayat, memberkati usia mu dan merahmati kehidupanmu.

Bulatan Cinta Kami ^_^
Ya Allah, ikatkanlah hati-hati kami untuk berkasih sayang kerana Engkau dan satukanlah hubungan hati ini sehingga ke akhir hayat kami. Ya Allah, permudahkanlah urusan dunia sahabat2ku agar mudah pula urusan akhirat mereka. Teguhkanlah hati kami dan himpunkanlah kami menjadi hamba-hamba Mu yang taat kepada Mu.  

Buat kak cak, kak nad, kak mimi..

walaupun sudah terpisah jauh, namun simpulan hati2 kita akan tetap terikat kukuh kerana cintaNya Yang Satu..

doakan agar kita semua tetap teguh dijalan ini..

"Tidak ada musibah yang lebih besar selain kemalasan dan hilangnya semangat dari hati seseorang untuk berbuat baik. Maka ketahuilah, bahwa dia sedang tertimpa musibah yang paling besar yang tiada lagi musibah yang lebih besar dari itu." - Al Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad

Menikmati kabus pagi
asrar_sue ^^

Saturday, December 24, 2011

::Ceritera Dia Yang Bergelar Sahabat::

Fuh!fuh!fuh! belog berhabuk  uhuk..uhuk.. *excuse me*  test, test, test... 

Assalamualaikum.. *ehem* 

aha, dah lama tak berbelog, hasilnya belog berhabuk.. hachuuuum... alhamdulillah (jawab jgn x jawab org bersin neh) *wink* ;)

idea terus mati -_-"

okeh, nak cerita semalam balik dari hospital plan nak gi jenjalan dengan one of my awesome best bonding female friend (BFF), Yati.  dia kursus kat sini 2 hari, semalam the last day and after that she will fly back to sabah nak uruskan dia punya walimah *wink* ;) tapi sebab dia abes lambat, so saya pun keluar lah dengan my lovely housemates merangkap my awesome bestfriends! ^^ kitorang gi shoping barang2 rumah.. bak kata heiza "nak harapkan keluar dengan sue hujung minggu, xyah la..asek lesap jer.. kalau hujung minggu jumpa sue kat bilik, bertuahlah tu" ;p ngeee... bajet sibuk lah tu, padahal kekasih agung Rasulullah laaaaaagi sibuk tau, awesome! sebab tu baginda jadi uswah hasanah untuk kita, terutama yang bergelar daie tu kena betul2 teladani rasulullah, takde alasan tak bangun tahajud sebab sibuk sangat berprogram dan meeting, okeh  ;) 

Dah siap beli barang semua, gi drop kwn2 kat hostel, lepas tu gi hantar si dia tau kat airport.. ;) macam biasalah jalan jammed -_-" nasib baik housemates kesayangan dah siap letak air sunkist dan roti kat sebelah tuk bukak posa.. alhamdulillah.. sahabat saya sangat baik ^^ *syg kamoo*

sampai kat airport dah dekat kul 7 malam.  gi surau dulu solat.. lepas tu peluk2 mesra dengan yati.. rindu kot, dah lama tak jumpa, seingat saya last jumpa masa raya yati and family datang umah.. masa tu macam taknak berenggang, pegang2 tangan sampai mak yati pening tengok haha.. *maaf makcik, sy mmg syg dgn anak mkck sorg ni* ;)

Yati nak balek sabah dah, urus dia punya walimah..wee...excited gitu.. ;) yati ni childhood friend saya.. tetiba jumpa balik kat sarawak..dia dah keja, best3... ^^ first date masa kat sarawak, jumpa kat spring.. org tu pegang tangan kita terketar2 dan sejuk haha.. *yati sgt comel okeh* 

ni gmbr 1st date setelah berkurun tak jumpa since our childhood time ;) depan spring..tgh hujan..cam best ^^

Lepas tu kali kedua jumpa lagi..time ni dah memang tak malu2 kucing dah.. ^^


saya syg kamu ;)

siap tido dengan dia lagi kat umah kak aien.. kak aien pula kalau nak amik saya tanya dulu " sue, ada program x? kalau xda akak amik sue" ;) excited sahabat comel datang kuching, walaupun letih dari program pegi jugak terus jumpa dia, tak balik hostel dah..

Dulu time kecik2 pernah main sama2, tapi tak sama sekolah, sampai lah sekolah menengah saya pula masuk sekolah lain, terus ke matrik dan sekarang di sini unimas as a degree student nurse ;) Allah takdirkan jumpa pula kat bumi kenyalang ni, yati dah keja kat sri aman, tak lah dapat jumpa selalu sebab kuching-sri aman agak jauh..

dan sahabat kesayangan saya ini bakal bergelar zaujah bulan depan..weee... ;) jom2 bro n sistas semua doakan kebahagiaan sahabat saya ni.. betul lah janji Allah "perempuan yang baik tu untuk lelaki yang baik" ^^ semoga dia sentiasa bahagia, dan untuk pengetahuan cik yati saya sangat sayangkan anda.. ;)  sempat juga interview bakal zaujah ni, banyak sangat soalan sampai yati cakap "tunggu turn sue dulu ya, nanti sue tau la tu" lepas tu yati cakap lagi "better sue habiskan bab munakahat ni sebelum nikah, jangan jadi macam yati kelam kabut baru nak khatam banyak2 buku munakahat, sebelum ni tak" hee.. nak zauj mcm Adam Adli bleh? nanti bleh sama2 lawan "panglima" haha, okeh  *abaikan*

sebelum berlepas pegi, yati sempat menitipkan satu pesan yang sangat berharga..^^ itu namanya sahabat yang sentiasa support u all agar terus tegar berdiri walau berkali-kali tertatih dan terjatuh! ok, ukhti syg... i will ;) 

Balik dari airport, tengah drive terasa panas mata.. eh, nangis? tangisan bahagia untuk sahabat yang sedang menanti hari bahagia.. ;') 

Alhamdulillah, Allah kurniakan saya sahabat2 seperjuangan dunia dan akhirat insyaAllah yg sgt best dan awesome!!  anda ada? ;p excuse me *walk away*



I don't have to define the meaning of best friend , all I can do is just giving the evidence. The pictures would tell everything. ;) 


*balik terus pecut, meeting menanti, saham akhirat kena kejar lebih ::as-saff 10-11::* ;)